SATUAN ACARA PENYULUHAN
SENAM KEGEL PADA LANSIA KHUSUSNYA DI PSTW C
KELURAHAN CILANDAK TIMUR
KECAMATAN PASAR MINGGU
JAKARTA SELATAN
Disusun Oleh :
CARENNINA CLARA DITA (1110711064)
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAKARTA
FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
PROGRAM S-1
KEPERAWATAN
2011
SATUAN ACARA PENYULUHAN
SENAM
KEGEL PADA LANSIA
Pokok Bahasan :
Inkontinensia
Sub
pokok bahasan : Senam Kegel
Sasaran :
Lansia di PSTW C
Tempat : Aula PSTW C
Tanggal : jumat.06 desember 2013
Waktu : 16.00-17.00 WIB
Penyuluh :
Carennina Clara Dita
I. Tujuan
Instruksional Umum
Setelah diberikan penyuluhan
kesehatan pada lansia di PSTW C selama 60 menit, diharapkan
keluarga memahami tentang senam kegel
dan dapat diterapkan.
II. Tujuan
Instruksional Khusus
Setelah
mengikuti penyuluhan peserta diharapkan mampu :
1.
Menjelaskan tentang
pengertian inkontinensia
2.
Menjelaskan tentang penyebab urin serta pengobatannya
3. Menjelaskan tentang
pengertian senam kegel
4. Menjelaskan tentang
tujuan dan manfaat senam kegel
5. Menyebutkan
langkah-langkah senam kegel
III.
Sasaran
Lansia sebanyak
25% dari total keseluruhan jumlah lansia wanita
IV.
Materi
Penyuluhan (Terlampir)
V.
Metode
1.
Ceramah
dan Demonstrasi
2.
Tanya
jawab/diskusi
VI.
Media dan sumber
Media : Lembar balik
Sumber :
·
Kusyati, Eni. 2006.
Keterampilan dan Prosedur Laboratorium. Jakarta : EGC
·
Potter & Perry.
2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep, Proses, dan Praktik;. Volume 2.
Jakarta : EGC
VII.
Kegiatan Penyuluhan
|
Kegiatan penyuluhan
|
Respon
|
Metode
|
Media
|
Waktu
|
|
Pembukaan :
1. Salam pembukaan
2. Apersepsi
3. Tujuan
4. Kontrak waktu
|
Menjawab salam
Menyimak
Mendengarkan
|
Ceramah
|
|
5 menit
|
|
Isi :
A.
Menjelaskan tentang pengertian inkontinensia urin
B.
Menjelaskan tentang penyebab inkontinensia urin
serta pengobatannya
C.
Menjelaskan pengertian senam kegel
D.
Menjelaskan manfaat dan tujan senam kegel
E.
Menjelaskan dan mendemonstrasikan langkah-langkah senam kegel
Evaluasi
Peserta
peyuluhan dapat:
a.
Menjelaskan tentang pengertian inkontinensia urin
b.
Menjelaskan penyebab
inkontinensia urin serta pengobatannya
c.
Menjelaskan pengertian senam
kegel
d.
Menjelaskan manfaat dan
tujuan senam kegel
e.
Mendemonstrasikan langkah-langkah senam kegel
|
Menyimak
Menyimak
Menyimak
Menyimak
Menyimak
lansia dapat menjawab semua pertanyaan
Lansia dapat
mendemonstrasikan senam kegel
|
Ceramah
Ceramah
Ceramah
Ceramah
Ceramah
|
Lembar
balik
|
20 menit
|
|
Penutup :
1.
Tanya Jawab
2.
Tes Akhir
3.
Menyimpulkan
hasil penyuluhan
4.
Memberi salam
penutup
|
Menanyakan yang belum jelas
Aktif bersama menyimpulkan
Menjawab salam
|
Ceramah
|
-
|
15 menit
|
VIII.
Evaluasi
1. Prosedur : Tanya jawab
2. Bentuk
soal : Lisan
3. Jumlah
Soal : 3 butir
dilakukan secara lisan dengan memberi beberapa pertanyaan
di akhir penyuluhan
a.
Apakah
lansia
dapat menjelaskan kembali tentang pengertian
inkontinensia urin dan senam kegel?
b.
Apakah
lansia
dapat menyebutkan kembali manfaat dan
tujuan?
c.
Apakah
lansia
dapat menyebutkan kembali langkah-langkah
senam kegel?
Jakarta, 6 Desember 2013
Pembimbing Penyuluh
(Ns.Suriyani. S.Kep) (Carennina Clara Dita)
Lampiran
Materi
Pernahkah
Anda memiliki teman atau keluarga yang sering “ngompol” di celana? Dalam bahasa kedokteran,
kesulitan mengendalikan kencing disebut inkontinensia urin.
Inkontinensia
dapat menimpa segala usia. Namun, kejadiannya semakin meningkat dengan
bertambahnya umur. Di Amerika Serikat 50% penghuni panti jompo menderita
inkontinensia, lebih dari 70%- nya wanita. Di Indonesia, diperkirakan 10-30%
wanita usia lanjut menderita inkontinensia. Inkontinensia bukanlah gangguan
yang boleh dianggap remeh, karena bisa menimbulkan dampak psikologis bagi
penderitanya, seperti perasaan tertekan, depresi dan malu, serta gangguan
hubungan seksual dan sosial. Yang lebih penting lagi, inkontinensia juga dapat
merupakan gejala penyakit serius yang melatarbelakanginya.
Definisi
Inkontinensia
Urine (IU) atau yang lebih dikenal dengan beser sebagai bahasa awam merupakan
salah satu keluhan utama pada penderita lanjut usia. Inkontinensia urine adalah
pengeluaran urin tanpa disadari dalam jumlah dan frekuensi yang cukup sehingga
mengakibatkan masalah gangguan kesehatan dan sosial. Variasi dari inkontinensia
urin meliputi keluar hanya beberapa tetes urin saja, sampai benar-benar banyak,
bahkan terkadang juga disertai inkontinensia alvi (disertai pengeluaran feses)
(brunner, 2011).
Penyebab
Inkontinensia
urin dapat disebabkan oleh berbagai masalah medis:
1. Untuk
perempuan, penipisan dan pengeringan kulit dalam vagina atau saluran kencing,
terutama setelah menopause.
2. Untuk
pria, kelenjar prostat membesar atau operasi prostat.
3. Pelemahan
dan peregangan otot-otot panggul setelah melahirkan.
4. Obat-obatan
tertentu.
5. Penumpukan
tinja di perut (karena kesulitan buang air besar).
6. Kegemukan
dan obesitas, yang meningkatkan tekanan pada kandung kemih dan otot yang
mengendalikan kandung kemih.
7. Penyakit
tertentu.
Pengobatan
Pengobatan
tergantung pada sumber masalah dan jenis inkontinensia.
1. Jika
disebabkan oleh masalah medis, inkontinensia akan hilang setelah penyakitnya
diterapi.
2. Senam
kegel dapat membantu beberapa jenis inkontinensia dengan memperkuat otot-otot
panggul.
3. Teknik
relaksasi untuk memperpanjang interval kencing yang normal (frekuensi kencing
yang umum adalah 6-7 kali per hari) dapat membantu mengatasi inkontinensia
stres dan mendesak.
4. Pengobatan
dan operasi adalah pilihan terapi bagi inkontinensia yang disebabkan penyakit.
Tips
1. Kurangi
jumlah dan frekuensi minum
2. Hindari
minuman yang bersifat memicu inkontinensia (alkohol, kafein, soft drink)
3. Sediakan
alat penampung kencing di dekat tempat tidur
Definisi
senam kegel
Senam
Kegel adalah senam yang bertujuan untuk memperkuat otot-otot dasar panggul
terutama otot pubococcygeal sehingga seorang wanita dapat
memperkuat otot-otot saluran kemih (berguna saat proses persalinan agar tidak
terjadi “ngompol”) dan otot-otot vagina (memuaskan suaminya saat berhubungan
seksual). Nama senam ini diambil dari penemunya Arnold Kegel, seorang
dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan di Los Angeles sekitar tahun
1950-an. Dokter Kegel seringkali melihat pasiennya yang sedang dalam proses
persalinan sering tidak dapat menahan keluarnya air seni (ngompol). Timbullah
inisiatifnya untuk menemukan exerciseagar
pasiennya tidak mengalami hal tersebut.
Manfaat
dan tujuan senam kegel
Dalam
perkembangan selanjutnya, senam ini selain dilakukan oleh wanita juga dilakukan
oleh para pria. Pada pria kerja otot ini lebih mudah diamati dari luar
dibanding wanita. Hal ini dapat dilihat dengan gerakan penis “naik-turun” dalam
keadaan ereksi. Pria yang terlatih akan mendapatkan orgasme yang lebih intens,
dapat mencegah ejakulasi dini dan memperpendek waktu untuk siap melakukan
hubungan seks ulang. Pada wanita kerja otot pubococcygeal dapat dirasakan berupa denyutan pada
dinding vagina. Bila otot ini terlatih dan kuat , kontraksi otot vagina dapat
dengan sengaja dilakukan saat berhubungan intim tanpa menunggu orgasme terlebih
dahulu. Wanita dengan otot pubococcygeal terlatih lebih mudah mengalami
perangsangan seksual (tidak frigid), lebih cepat “basah” untuk mengalami
orgasme yang sering dan memuaskan bahkan dapat mencapai orgasme hanya dengan
rangsangan pada G spot-nya. Senam kegel juga dapat digunakan untuk mencegah
konstipasi pada kehamilan. Dengan melakukan senam kegel sirkulasi darah
disekitar dubur dapat meningkat sehingga dapat mencegah wasir. Senam kegel
diketahui bisa membantu perempuan yang mengalami inkontinensia urin (beser).
Tujuan dsenam kegel adalah melatih kandung kemih untuk mengembalikan pola
normal perkemihan dengan menghambat atau menstimulasi pegeluaran air kemih
Langkah-langkah
Senam Kegel
a. Latihan I
1. Instruksikan
klien untuk berkonsentrasi pada otot panggul.
2. Minta
klien berupaya untuk menghentikan aliran urine selama berkemih dan kemudian
memulainya kembali. Apabila klien masih terpasang kateter, latihan dapat
dilakukan dengan memberi klem pada selang urine bag sehingga urine tertahan
pada kandung kemih, didiamkan beberapa lama, lalu dilepas jika kandung kemih
sudah terasa penuh.
3. Praktekan
setiap kali berkemih.
Rasional:
membantu klien untuk merasakan otot-otot anterior pada dasar panggul dan
mengajarkan teknik pengontrolan.
b. Latihan II
1. Minta
klien mengambil posisi duduk atau berdiri.
2. Instruksikan
klien untuk mengencangkan otot-otot di sekitar anus.
Rasional:
membantu klien merasakan otot-otot posterior pada dasar panggul.
c. Latihan III
1. Minta
klien mengencangkan otot di bagian posterior dan kemudian kontraksikan otot
anterior secara perlahan sampai hitungan ke empat
2. Kemudian
minta klien merelaksasikan otot-otot secara keseluruhan.
3. Ulangi
latihan 4x/jam saat terbangun dari tidur selama 3 bulan.
Rasional:
Meningkatkan pengontrolan otot panggul dan membantu relaksasi sfingter selama
berkemih
d. Latihan IV
1. Apabila
memungkinkan, ajarkan klien melakukan sit-ups yang dimodifikasi (lutut
ditekuk).
Rasional:
Menguatkan otot-otot abdomen untuk pengontrolan kandung kemih.
Langkah
tersebut juga dapat dilakukan seperti berikut :
1. Pemanasan.
Kendurkan
otot-otol perut, bokong dan paha atas se-rilek mungkin. Untuk memastikan
otot-otot tersebut rilek, letakkan kedua tangan di atas perut. Jika perut tidak
ikut bergerak ketika otot-otot dasar panggul (PC) dikontraksi, berarti gerakan
Anda benar.
2. Kontraksi.
Kontraksikan
otot-otot PC Anda dengan menarik ke dalam dan keras sekitar vagina, anus dan
saluran kencing (uretra) seperti menahan air seni. Tujuannya untuk menemukan
letak otot PC. Untuk mudahnya dapat melakukan latihan berikut: Ketika Anda
ingin buang air kecil, tahanlah aliran air seni, lalu lepaskan kembali. Lakukan
beberapa kali sehingga bisa merasakan benar letak otot PC lersebut.
3. Ulangan.
Setelah
Anda mampu melakukan, mulailah berlatih sebanyak 10 kali ulangan. Setiap kali
kontraksi, tahan selama tiga hitungan. Kemudian secara perlahan naikkan
hitungan kontraksinya hingga Anda bisa menahan selama 10-15 hitungan, dengan
istirahat selama 10 detik diantaranya. Jumlah optimum kira-kira 50-100 kali
sepanjang hari, pagi, siang, sore dan malam.
4. Variasi.
Lakukan
variasi untuk menghindari kebosanan dengan munggabungkan latihan otot-otot PC
dengan latihan pengencangan otot-otot lain di sekitarnya, yaitu otot-otot
perut, paha atas, dan otot bokong, dalam posisi berdiri, duduk atau berbaring.
5. Catatan.
Latihan
Kegel dengan menahan air seni, disarankan hanya dilakukan pada saat awal
berlatih. Gunanya untuk menemukan letak otot PC. Setelah itu sebaiknya jangan
dilakukan lagi karena akan mengganggu pola kencing Anda. Sebaiknya
berkonsultasi lebih dulu sebelum berlalih dan lakukan evaluasi dalam jangka
waktu tertentu.
Factor
pendukung senam kegel
Tindakan
berikut dapat membantu klien yang menderita inkontinensia untuk memperoleh
kembali kontrol berkemihnya dan merupakan bagian dari perawatan rehabilitatif
serta restorasi.
1. Mempelajari latihan untuk menguatkan
dasar panggul.
2. Memulai jadwal berkemih pada bangun
tidur, setiap 2 jam sepanjang siang dan sore hari, sebelum tidur, dan setiap 4
jam pada malam hari.
3. Menggunakan metode untuk mengawali
berkemih (misalnya air mengalir dan menepuk paha bagian dalam)
4. Menggunakan metode untuk relaks guna
membantu pengosongan kandung kemih secara total (misalnya membaca dan menarik
nafas dalam).
5. Jangan pernah mengabaikan keinginan
untuk berkemih (hanya jika masalah klien melibatkan pengeluaran urine yang
jarang sehingga dapat mengakibatkan retensi).
6. Mengonsumsi cairan sekitar 30 menit
sebelum jadwal waktu berkemih.
7. Hindari teh, kopi, alkohol, dan
minuman berkafein lainnya.
8. Minum obat-obatan diuretic yang sudah
diprogramkan atau cairan yang dapat meningkatkan dieresis (seperti teh atau
kopi) dini pada pagi hari.
9. Semakin memanjangkan atau memendekkan
periode antar berkemih.
10. Menawarkan
pakaian dalam pelindung untuk menampung urine dan mengurangi rasa malu klien
(bukan popok).
11. Mengikuti
program pengontrolan berat tubuh apabila masalahnya adalah obesitas.
12. Memberikan
umpan balik positif saat tercapai pengontrolan berkemih.
Pedoman
ini dapat membantu klien untuk mendapatkan pola berkemih rutin dan mengontrol
factor-faktor yang mungkin meningkatkan jumlah episode inkontinensia.
Daftar Pustaka
Kusyati,
Eni. 2006. Keterampilan dan
Prosedur Laboratorium. Jakarta : EGC
Potter
& Perry. 2005. Buku Ajar
Fundamental Keperawatan Konsep, Proses, dan Praktik;. Volume 2. Jakarta : EGC
Price, A. Silvia. 2005. Patofisiologi
Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Volume 2. Jakarta: EGC
Smeltzer, C. Suzanne. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah
Ed. 8 Volume 2. Jakarta: EGC
http://soetojo.blog.unair.ac.id/2009/03/13/inkontinensia-urine-perlu-penanganan-multi-disiplin/ (akses, 7 maret 2012)
6 komentar:
saya baru kenal nih gan yg nama'nya senam kegel, ngomong2 klau mau beli baju senam murah dimana ya gan ?, terima kasih atas infonya gan...
waaah makasih banyak artikelnya..... hmmm ngomong ada yg tau gk tempat jual baju senam kegel....???
wuuiiiih mantep mas infox,,,,,, lengkap lagi,,,, thnx ya mass dah dshare
oy mas,,,, mas tau gk Tren baju senam terbaru Untuk wanita, soalx tmen sy banyak yang xari nich mas,,,,
semangat pagi...
contoh proposalnya inspiratif sekali,.. jadi pngen ngadain bwt ne2k d komplek.
pake baju senam zumba yang sesuai bwt mereka2...
makasih contoh proposalnya...
salam kenal...
Trims..Infonya sangat bermanfaat..
untuk senam kgerl ini apakah memerlukan baju senam crystal saat senam?
Thank kak for artikelnya, kalau boleh minta info sekalian dong tentang baju senam aerobik yang jualan di daerah surabaya
Posting Komentar